Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bengkalis baru-baru ini menggelar sebuah acara yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan kuliner khas Melayu. Kegiatan yang dinamakan Lomba Kue Tempo Doeloe ini diadakan sebagai upaya untuk menjaga agar resep dan tradisi pembuatan kue tradisional tidak punah di tengah arus modernisasi.
Melestarikan Warisan Budaya Melalui Kuliner
Lomba ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebuah gerakan untuk memperkenalkan kembali kue-kue tradisional kepada generasi muda. Dengan menghadirkan berbagai jenis kue yang pernah populer di masa lalu, TP PKK Bengkalis berharap masyarakat, terutama kaum ibu, dapat terus mewariskan keterampilan membuat kue tradisional kepada anak-anak cucu mereka.
Antusiasme Peserta dan Ragam Kue yang Disajikan
Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Bengkalis. Para peserta dengan penuh semangat menyajikan aneka kue tempo doeloe, seperti:
- Bolu kukus pelangi
- Kue lapis legit
- Putri salju
- Dan berbagai jenis kue basah tradisional lainnya
Setiap kue yang disajikan tidak hanya dinilai dari segi rasa, tetapi juga dari segi penyajian dan keaslian resep yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa lomba ini benar-benar menekankan pada pelestarian nilai-nilai autentik kuliner Melayu.
Dukungan untuk Ekonomi Kreatif Lokal
Selain aspek pelestarian budaya, lomba ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Bengkalis. Dengan semakin dikenalnya kue-kue tradisional, diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, untuk memproduksi dan memasarkan kue-kue tersebut.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa TP PKK Bengkalis berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya Melayu, khususnya dalam bidang kuliner. Melalui lomba seperti ini, diharapkan generasi mendatang tetap dapat menikmati cita rasa khas kue tempo doeloe yang sarat akan nilai sejarah dan budaya.


Leave a Reply