Kota Batu semakin dekat dengan cita-citanya untuk menyandang predikat Kota Kreatif Gastronomi. Pengakuan ini diharapkan mampu mendongkrak industri kuliner lokal ke level yang lebih tinggi, baik dari segi kualitas maupun daya saing di kancah nasional maupun internasional.
Proses Menuju Pengakuan Global
Pemerintah Kota Batu bersama para pemangku kepentingan terus menggenjot persiapan menuju penetapan tersebut. Berbagai program dan kebijakan dirancang untuk memperkuat ekosistem kuliner yang berbasis pada potensi lokal. Mulai dari pembinaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga promosi masakan khas daerah.
Kriteria yang Dipenuhi
Untuk meraih status Kota Kreatif Gastronomi, ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi, antara lain:
- Keberagaman produk kuliner khas daerah yang autentik.
- Adanya tradisi dan inovasi dalam pengolahan makanan.
- Dukungan infrastruktur dan regulasi yang memadai bagi industri kreatif kuliner.
- Keterlibatan aktif komunitas dan masyarakat dalam mengembangkan gastronomi.
Dampak Positif bagi Kuliner Lokal
Jika predikat ini resmi disandang, dampaknya akan sangat terasa bagi para pelaku usaha kuliner di Batu. Nama-nama hidangan seperti Bakso Bakar, Nasi Tempong, dan aneka olahan apel akan semakin dikenal luas. Selain itu, wisatawan akan lebih tertarik untuk datang dan menikmati langsung sajian khas Kota Batu.
Langkah Selanjutnya
Tim akselerasi terus bekerja untuk memastikan seluruh dokumen dan persyaratan administratif siap diajukan ke lembaga terkait. Sosialisasi kepada masyarakat juga gencar dilakukan agar seluruh elemen turut mendukung dan berpartisipasi dalam mewujudkan Kota Batu sebagai destinasi gastronomi unggulan.
Dengan semangat gotong royong, Kota Batu optimistis dapat segera bergabung dalam jaringan Kota Kreatif Dunia di bidang gastronomi, sekaligus membuktikan bahwa kuliner lokal mampu bersaing di panggung global.


Leave a Reply