Filipina, dengan kekayaan budaya dan kulinernya, menawarkan beragam hidangan lezat yang ramah bagi wisatawan Muslim. Berikut adalah 13 kuliner khas Filipina yang telah terjamin kehalalannya dan patut Anda coba saat berkunjung ke negara kepulauan ini.
1. Adobo Halal
Adobo merupakan salah satu ikon kuliner Filipina. Versi halalnya menggunakan daging ayam atau sapi yang dimasak dengan kecap, cuka, bawang putih, dan rempah-rempah tanpa tambahan alkohol atau bahan non-halal lainnya.
2. Sinigang
Sup asam segar khas Filipina ini biasanya menggunakan ikan atau udang sebagai sumber protein. Dengan kuah yang asam dari buah asam jawa, sinigang menjadi pilihan tepat untuk menu berbuka puasa.
3. Kare-Kare
Semur kacang tanah yang kental ini biasanya disajikan dengan bagoong (pasta udang) dan sayuran. Pastikan Anda memilih kare-kare yang menggunakan daging sapi atau kambing untuk menjamin kehalalannya.
4. Lechon Manok
Ayam panggang khas Filipina ini dimasak dengan bumbu rempah dan daun jeruk. Pilihlah lechon manok yang diolah tanpa bahan pengawet atau penambah rasa non-halal.
5. Chicken Inasal
Ayam bakar khas Visayas ini dimarinasi dengan campuran jahe, serai, dan cuka. Hidangan ini sering disajikan dengan nasi dan sambal khas setempat.
6. Lumpia Halal
Lumpia atau lumpia goreng adalah camilan favorit di Filipina. Versi halalnya diisi dengan daging sapi cincang, sayuran, dan bumbu tanpa daging babi.
7. Palabok
Mi kuning khas Filipina ini disajikan dengan kuah saus kental berbasis udang, telur, dan sayuran. Pastikan Anda memesan palabok yang tidak menggunakan bahan non-halal.
8. Halo-Halo
Minuman pencuci mulut yang menyegarkan ini terdiri dari es serut, kacang merah, ubi, dan susu. Pilihlah halo-halo yang menggunakan susu kental manis tanpa tambahan gelatin babi.
9. Turon
Pisang goreng berbalut kulit lumpia ini adalah camilan manis yang populer. Turon biasanya digoreng dengan minyak nabati sehingga aman dikonsumsi Muslim.
10. Bibingka
Kue beras tradisional yang dipanggang dalam daun pisang ini sering disajikan saat perayaan. Bibingka biasanya menggunakan santan dan telur, tanpa bahan non-halal.
11. Puto Bumbong
Kue beras ketan ungu yang dikukus dalam bambu ini disajikan dengan mentega dan kelapa parut. Puto bumbong biasanya halal karena hanya menggunakan bahan-bahan alami.
12. Satti
Sate khas Mindanao ini menggunakan daging sapi atau ayam yang dibumbui dengan rempah-rempah khas. Satti sering disajikan dengan kuah kacang dan nasi.
13. Tiyula Itum
Sup hitam khas suku Maguindanao ini menggunakan daging sapi atau ayam yang dimasak dengan kelapa bakar dan rempah-rempah. Warna hitamnya berasal dari kelapa yang dibakar, bukan dari bahan non-halal.
Dengan beragam pilihan kuliner halal di atas, wisatawan Muslim kini dapat menikmati kekayaan rasa Filipina tanpa khawatir. Selamat mencoba!


Leave a Reply