Di era digital seperti sekarang, banjir informasi negatif atau berita buruk kerap menghampiri kita setiap hari. Mulai dari bencana alam, konflik politik, hingga isu kesehatan global. Tak heran jika banyak orang merasa cemas, khawatir, atau bahkan stres setelah membaca deretan berita tersebut. Fenomena ini dikenal dengan istilah doomscrolling, yaitu kebiasaan terus-menerus membaca berita buruk meskipun menimbulkan perasaan negatif.
Lantas, bagaimana cara mengatasi rasa cemas yang muncul akibat terlalu sering terpapar berita buruk? Seorang psikolog membagikan beberapa tips sederhana yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Batasi Waktu Membaca Berita
Langkah pertama yang paling efektif adalah membatasi durasi Anda mengonsumsi berita. Tetapkan waktu khusus, misalnya 15–30 menit di pagi hari atau sore hari, untuk membaca atau menonton berita. Hindari mengecek portal berita sesaat sebelum tidur karena hal ini dapat mengganggu kualitas istirahat Anda.
2. Pilih Sumber Berita yang Terpercaya
Pastikan Anda hanya mengikuti kanal berita dari sumber yang kredibel dan tidak sensasional. Berita yang disajikan secara berimbang dan faktual cenderung tidak memicu kecemasan berlebihan dibandingkan dengan berita yang dibumbui judul provokatif.
3. Alihkan Perhatian ke Aktivitas Positif
Daripada terus-menerus menggulir layar ponsel, cobalah melakukan aktivitas yang menenangkan pikiran. Beberapa contohnya:
- Berjalan-jalan di alam terbuka
- Mendengarkan musik atau podcast ringan
- Melakukan hobi seperti membaca buku, melukis, atau berkebun
- Berolahraga ringan seperti yoga atau meditasi
4. Latih Pola Pikir dengan Teknik Mindfulness
Mindfulness atau kesadaran penuh membantu Anda untuk tetap fokus pada saat ini tanpa larut dalam kekhawatiran akan masa depan. Cobalah menarik napas dalam-dalam, rasakan udara masuk dan keluar dari paru-paru, serta akui perasaan cemas yang muncul tanpa menghakimi diri sendiri.
5. Diskusikan Perasaan dengan Orang Terdekat
Berbagi kekhawatiran dengan teman, keluarga, atau pasangan dapat meredakan beban emosional. Terkadang, mendengar sudut pandang orang lain membantu kita melihat situasi secara lebih objektif dan tidak terlalu menakutkan.
6. Jangan Ragu untuk Mencari Bantuan Profesional
Jika rasa cemas sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau terus-menerus merasa gelisah, jangan segan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mereka dapat memberikan strategi penanganan yang lebih personal dan sesuai dengan kondisi Anda.
Mengingat informasi negatif akan selalu ada, kuncinya bukanlah menghindari berita sepenuhnya, melainkan mengelola cara kita menyikapinya. Dengan menerapkan tips di atas, Anda dapat tetap terinformasi tanpa harus mengorbankan kesehatan mental.


Leave a Reply