Kota Malang, yang dikenal sebagai surga kuliner, memiliki beragam hidangan legendaris yang telah eksis selama puluhan tahun. Meskipun zaman terus berubah, beberapa tempat makan ini tetap mempertahankan cita rasa autentik dan setia menemani para penggemar kuliner. Berikut adalah empat ikon kuliner legendaris di Malang yang masih ramai dikunjungi hingga saat ini.
1. Bakso President
Bakso President menjadi salah satu ikon kuliner yang sudah ada sejak era 1980-an. Berlokasi di Jalan Andongsari, tempat ini terkenal dengan bakso ukuran jumbo berisi daging sapi giling yang kenyal dan gurih. Kuahnya yang jernih dan kaya rempah menjadi daya tarik utama. Tidak heran jika pengunjung rela antre demi menikmati seporsi bakso hangat.
2. Rawon Setan
Rawon Setan bukan berarti makanan ini berbahaya karena cabai, melainkan karena lokasi awalnya yang berada di dekat makam. Berdiri sejak 1980, warung rawon ini menyajikan kuah hitam pekat dari kluwek dengan potongan daging sapi empuk. Disajikan bersama nasi, tauge, dan sambal terasi, cita rasanya begitu khas. Kini Rawon Setan sudah memiliki beberapa cabang dan tetap menjadi favorit.
3. Apam Malang
Apam Malang merupakan kue tradisional berbahan dasar tepung beras dan gula merah yang dimasak dalam cetakan tanah liat. Teksturnya lembut dengan aroma daun pandan yang menggoda. Tempat legendaris di Jalan Pasar Besar ini sudah berjualan sejak tahun 1950-an. Satu porsi berisi beberapa potong apam yang disantap dengan taburan kelapa parut.
4. Es Podang
Es Podang adalah minuman khas Malang yang segar dan unik. Terbuat dari campuran kelapa muda, cincau, dan tape singkong yang disiram kuah santan gurih manis. Es ini sudah dijajakan sejak tahun 1970-an dan populer di beberapa sudut kota. Sensasi dingin dan manisnya pas untuk melepas dahaga di tengah cuaca Malang yang sejuk.
Keempat kuliner ini tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan sejarah Kota Malang. Bagi wisatawan atau pecinta kuliner, menyambangi tempat-tempat tersebut menjadi pengalaman yang wajib dicoba saat berkunjung ke Malang.


Leave a Reply