Kemarahan Wali Kota atas Kelalaian di Puskesmas Sungai Ulin
Wali Kota Banjarbaru, Lisa, meluapkan kemarahannya setelah mengetahui bahwa Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sungai Ulin dalam kondisi kosong saat seorang pasien dalam keadaan kritis membutuhkan pertolongan segera. Peristiwa ini memicu respons keras dari kepala daerah yang berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.
Kronologi Kejadian yang Memicu Kemarahan
Insiden tersebut terjadi ketika seorang warga datang ke Puskesmas Sungai Ulin dalam kondisi darurat. Namun, alih-alih mendapatkan penanganan medis secepatnya, keluarga pasien mendapati UGD tidak berisi tenaga medis yang siap siaga. Situasi ini membuat pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain, yang tentu saja membuang waktu berharga dalam penanganan kondisi kritis.
Sikap Tegas Wali Kota
Mengetahui hal ini, Wali Kota Lisa tidak tinggal diam. Beliau menyatakan kegeramannya dan menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang lalai dalam menjalankan tugas. "Ini tidak bisa dibiarkan. Pelayanan kesehatan adalah prioritas, dan kelalaian seperti ini tidak dapat ditoleransi," ujar Lisa dalam pernyataannya.
Langkah Tindak Lanjut Pemerintah Kota
Pemerintah Kota Banjarbaru berencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di seluruh puskesmas, khususnya di Sungai Ulin. Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
- Investigasi internal untuk mencari tahu penyebab kosongnya UGD pada saat kritis.
- Pemberian sanksi disiplin kepada tenaga kesehatan yang terbukti lalai.
- Peninjauan kembali jadwal jaga dan sistem siaga di setiap puskesmas.
- Penguatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Wali Kota Lisa berharap, dengan langkah tegas ini, kualitas pelayanan kesehatan di Banjarbaru dapat meningkat dan masyarakat tidak lagi dirugikan oleh kelalaian aparatur.


Leave a Reply