Bupati Merangin, M. Syukur, menyambut hangat kedatangan Tim Evaluator UNESCO yang tengah melakukan penilaian terhadap Geopark Merangin. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui batik bercorak Geopark serta aneka kuliner tradisional khas daerah.
Keunikan Batik Geopark Merangin
Batik yang ditampilkan memiliki motif khas yang terinspirasi dari bentang alam Geopark Merangin, seperti fosil kayu dan formasi batuan purba. Motif ini menjadi simbol identitas budaya yang memadukan unsur alam dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Kuliner Tradisional yang Disajikan
- Lemang tapai, hidangan beras ketan yang dimasak dalam bambu dengan fermentasi tapai.
- Gulai patin tempoyak, ikan patin yang dimasak dengan durian fermentasi khas Jambi.
- Kue bongko, jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras dan santan yang dibungkus daun pisang.
Tim Evaluator UNESCO tampak antusias mencicipi sajian tersebut dan mengapresiasi upaya pelestarian budaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin.
Dukungan untuk Geopark Merangin
Kunjungan tim evaluasi ini merupakan bagian dari proses penetapan Geopark Merangin sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. M. Syukur berharap pengakuan internasional ini dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya.
Dengan perpaduan batik khas, kuliner tradisional, dan keindahan alam Geopark, Merangin optimis mampu memenuhi standar UNESCO dan menjadi destinasi wisata geologi yang mendunia.


Leave a Reply