Pesta adat Mandi Safar Kawa di Seram Bagian Barat (SBB) kembali menyita perhatian publik. Salah satu daya tarik utama yang mencuri perhatian adalah dulang kuliner sepanjang 135 meter yang dihadirkan dalam rangkaian acara tersebut.
Dulang Kuliner Sepanjang 135 Meter
Dulang berisi aneka makanan tradisional ini membentang sepanjang 135 meter, menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan kuliner masyarakat setempat. Kehadiran dulang raksasa ini menjadi pusat perhatian para pengunjung yang hadir.
Pernyataan Bupati SBB
Bupati Seram Bagian Barat, dalam sambutannya, menegaskan bahwa tradisi Mandi Safar Kawa bukan sekadar ritual tahunan. Lebih dari itu, ia merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijadikan sebagai magnet pariwisata daerah.
“Warisan budaya ini harus menjadi magnet wisata yang mampu menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ujar Bupati. Ia berharap tradisi ini dapat terus dijaga dan dikembangkan agar semakin dikenal luas.
Potensi Wisata Budaya
Dengan adanya dulang kuliner sepanjang 135 meter, diharapkan mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Keunikan ini dapat dipromosikan sebagai salah satu ikon wisata budaya di Maluku.
- Dulang kuliner menjadi simbol keragaman kuliner tradisional.
- Acara Mandi Safar Kawa memperkuat identitas budaya masyarakat SBB.
- Dukungan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi wisata ini.
Kehadiran dulang kuliner raksasa ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bukti kekayaan budaya yang patut dibanggakan. Semoga tradisi ini terus lestari dan menjadi kebanggaan bersama.


Leave a Reply