Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus menggencarkan penggunaan sistem pembayaran digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Festival Kuliner Sultra Maimo. Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner khas daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas jangkauan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Mengapa QRIS Penting?
QRIS merupakan standar kode QR nasional yang memungkinkan transaksi pembayaran non-tunai menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Dengan QRIS, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar. Cukup dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang didukung, transaksi pun selesai dalam hitungan detik. Penerapan QRIS di berbagai sektor, termasuk kuliner, diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan dan mempercepat digitalisasi ekonomi di daerah.
Festival Kuliner Sultra Maimo sebagai Katalisator
Festival Kuliner Sultra Maimo yang digelar di Kota Kendari menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan dan membiasakan masyarakat bertransaksi secara non-tunai. Dalam festival ini, seluruh tenant diwajibkan menyediakan opsi pembayaran melalui QRIS. Pengunjung pun diajak untuk merasakan kemudahan berbelanja tanpa uang fisik. Langkah ini dinilai efektif karena kuliner menjadi sektor yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Kolaborasi BI dan Pemkot Kendari
Kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Kendari dalam festival ini merupakan wujud sinergi untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai negara dengan sistem pembayaran digital yang inklusif. Pemkot Kendari berperan dalam menyediakan fasilitas dan menggerakkan partisipasi pelaku usaha, sementara BI memberikan pendampingan teknis dan edukasi mengenai manfaat QRIS. Diharapkan, melalui festival ini, penggunaan QRIS di Kendari dapat meningkat secara signifikan.
Dampak Positif bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat
Penggunaan QRIS tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan sistem non-tunai, para pedagang dapat mengurangi risiko kehilangan uang, meminimalkan kesalahan hitung, dan memiliki catatan transaksi yang lebih rapi. Hal ini pada akhirnya dapat membantu mereka dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usahanya. Bagi masyarakat, kemudahan bertransaksi diharapkan dapat meningkatkan minat belanja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui Festival Kuliner Sultra Maimo, BI dan Pemkot Kendari optimistis dapat mempercepat adopsi QRIS di kalangan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan ekosistem keuangan digital yang tangguh dan inklusif di Sulawesi Tenggara.


Leave a Reply