Tim Penggerak PKK Kelurahan Condongcatur terus berinovasi dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting. Salah satu langkah kreatif yang dilakukan adalah dengan menyulap tempe, bahan pangan tradisional yang kaya protein, menjadi aneka kuliner modern yang lebih menarik dan disukai berbagai kalangan.
Inovasi Olahan Tempe untuk Lawan Stunting
Dalam kegiatan yang digelar di Balai Kelurahan Condongcatur, para kader PKK memperagakan cara mengolah tempe menjadi berbagai hidangan kekinian. Mulai dari nugget tempe, bola-bola tempe keju, hingga pastel tempe isi sayuran. Kreasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai jual tempe, tetapi juga menjadi strategi untuk memperkenalkan makanan bergizi tinggi kepada keluarga, khususnya balita dan ibu hamil.
Ketua TP PKK Condongcatur menyampaikan bahwa tempe merupakan sumber protein nabati yang sangat baik dan terjangkau. Dengan pengolahan yang tepat, tempe bisa menjadi alternatif menu sehat yang mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. “Kami ingin membuktikan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Tempe bisa diolah dengan cara modern sehingga anak-anak suka dan mau mengonsumsinya,” ujarnya.
Edukasi Gizi Sejak Dini
Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyuluhan gizi kepada para ibu. Materi yang diberikan mencakup pentingnya asupan protein, vitamin, dan mineral bagi pertumbuhan anak. Para peserta diajak untuk lebih cermat dalam memilih dan menyajikan makanan bergizi seimbang di rumah.
- Mengenalkan variasi olahan tempe yang praktis dan lezat
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya protein hewani dan nabati
- Mendorong kebiasaan makan sehat pada anak sejak usia dini
Program inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam upaya percepatan penurunan stunting. Dengan pendekatan yang kreatif dan partisipatif, PKK Condongcatur optimis angka stunting dapat ditekan secara signifikan.


Leave a Reply