Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan edukasi kepada warga Desa Lombo mengenai pentingnya konsumsi antibiotik yang bijak dan tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan.
Mengapa Edukasi Antibiotik Penting?
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional, seperti membeli tanpa resep dokter atau menghentikan pengobatan sebelum waktunya, dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik membuat bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga infeksi menjadi lebih sulit diobati dan berpotensi mengancam jiwa.
Materi Edukasi yang Disampaikan
- Pengertian antibiotik dan fungsinya dalam membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri.
- Perbedaan antibiotik dengan obat lain, seperti antipiretik atau antiinflamasi.
- Aturan pakai yang benar: dosis, waktu, dan durasi pengobatan sesuai resep dokter.
- Bahaya resistensi antibiotik dan dampaknya bagi kesehatan individu maupun masyarakat.
- Praktik cuci tangan yang baik sebagai langkah pencegahan infeksi.
Metode Edukasi yang Interaktif
Para mahasiswa tidak hanya memberikan ceramah, tetapi juga menggunakan media visual dan diskusi kelompok untuk memudahkan pemahaman warga. Mereka juga membagikan leaflet berisi panduan singkat tentang penggunaan antibiotik yang aman.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Lombo. Banyak yang mengaku baru memahami pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi antibiotik. Salah seorang warga, Ibu Sari, mengatakan, “Selama ini saya sering beli antibiotik di warung kalau sakit. Sekarang saya tahu itu berbahaya.”
Harapan untuk Masa Depan
Melalui edukasi ini, diharapkan warga Desa Lombo dapat menjadi agen perubahan dalam penggunaan antibiotik yang bijak di lingkungannya. Mahasiswa KKN-PK Unhas berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Leave a Reply