Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah mematangkan rencana transisi imunisasi dari vaksin pentabivalen ke vaksin heksavalen. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan cakupan dan kualitas imunisasi dasar bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Latar Belakang Transisi
Vaksin pentabivalen selama ini digunakan untuk melindungi anak dari lima penyakit, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan pneumonia akibat Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Sementara itu, vaksin heksavalen menawarkan perlindungan tambahan terhadap polio dan hepatitis B yang lebih komprehensif dalam satu suntikan.
Kepala Dinas Kesehatan Babel menjelaskan bahwa transisi ini dilakukan untuk mengikuti rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Kementerian Kesehatan RI. Dengan vaksin heksavalen, jumlah suntikan yang diterima anak dapat dikurangi, sehingga meningkatkan kepatuhan orang tua dalam memberikan imunisasi lengkap.
Tahapan Persiapan
Beberapa tahapan telah disiapkan oleh Dinkes Babel, meliputi:
- Sosialisasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat tentang perbedaan serta manfaat vaksin heksavalen.
- Pelatihan bagi petugas imunisasi di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
- Pengadaan dan distribusi vaksin heksavalen ke seluruh kabupaten/kota di Babel.
- Pemantauan dan evaluasi pasca-transisi untuk memastikan tidak ada gangguan pada cakupan imunisasi.
Target Cakupan
Dinkes Babel menargetkan transisi ini dapat berjalan lancar tanpa menurunkan angka cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) yang saat ini sudah mencapai lebih dari 90 persen. Vaksin heksavalen akan mulai diperkenalkan secara bertahap pada akhir tahun ini, dengan prioritas pada daerah yang memiliki akses mudah terhadap fasilitas kesehatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap membawa anak-anak mereka ke posyandu atau puskesmas sesuai jadwal imunisasi. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan lokasi imunisasi dapat diperoleh melalui petugas kesehatan setempat atau kanal resmi Dinkes Babel.


Leave a Reply