Polsek Kersana berkolaborasi dengan Puskesmas setempat untuk melaksanakan kegiatan pelacakan (tracer) kasus Tuberkulosis Paru di Desa Ciampel. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pengendalian penyakit menular di wilayah hukum Polsek Kersana.
Latar Belakang Kegiatan
Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Melalui kegiatan tracer, petugas kesehatan dapat mengidentifikasi kontak erat dari pasien TB yang telah terkonfirmasi, sehingga penularan dapat dicegah lebih awal.
Pelaksanaan Tracer
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan dari Polsek Kersana dan Puskesmas melakukan kunjungan door-to-door ke rumah-rumah warga yang diduga memiliki kontak langsung dengan penderita TB Paru. Petugas memberikan penyuluhan tentang gejala, cara penularan, serta pentingnya pengobatan secara tuntas.
- Pemeriksaan gejala klinis TB Paru pada warga
- Edukasi tentang pentingnya etika batuk dan ventilasi rumah
- Pencatatan data kontak erat untuk pemantauan lebih lanjut
- Rujukan ke fasilitas kesehatan jika ditemukan gejala mencurigakan
Peran Serta Masyarakat
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Ciampel. Masyarakat diajak untuk aktif melaporkan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Polsek Kersana berkomitmen untuk terus mendukung program kesehatan di wilayahnya, termasuk dalam upaya eliminasi TB Paru. Sinergi antara aparat keamanan dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus dan memutus rantai penularan.


Leave a Reply