Dalam upaya mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNTK) Kelompok 10 melakukan observasi terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lontong Mak Nem yang berlokasi di Desa Trenggulunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor kuliner di tingkat desa.
Latar Belakang Observasi
Desa Trenggulunan memiliki kekayaan kuliner tradisional yang belum tergarap secara maksimal. Lontong Mak Nem, sebagai salah satu ikon UMKM setempat, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Melalui observasi ini, mahasiswa KKNTK ingin mengidentifikasi aspek-aspek yang dapat ditingkatkan, mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga pengemasan produk.
Temuan di Lapangan
Selama observasi, tim menemukan bahwa Lontong Mak Nem menggunakan bahan-bahan lokal berkualitas dan resep turun-temurun. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan akses pemasaran digital dan kemasan yang kurang modern. Mahasiswa KKNTK memberikan rekomendasi untuk memanfaatkan platform media sosial dan mengadopsi kemasan yang lebih higienis dan menarik.
Dampak yang Diharapkan
Dengan adanya pendampingan dari KKNTK Kelompok 10, diharapkan UMKM Lontong Mak Nem dapat berkembang menjadi usaha yang lebih berdaya saing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pemicu bagi UMKM lain di Desa Trenggulunan untuk lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Langkah Selanjutnya
- Pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM.
- Workshop pengemasan produk yang ramah lingkungan.
- Pembuatan katalog produk dan promosi melalui media sosial.
- Pendampingan manajemen keuangan sederhana.
Melalui langkah-langkah konkret ini, diharapkan potensi kuliner desa dapat dioptimalkan, sehingga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat Trenggulunan.


Leave a Reply