Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama kader kesehatan setempat menggelar aksi pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan bebas jentik di Desa Sedayu. Kegiatan ini merupakan upaya kolaboratif untuk memperkuat pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut.
Latar Belakang Aksi Bebas Jentik
DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, terutama di musim penghujan. Desa Sedayu tidak luput dari risiko tersebut. Melihat hal ini, mahasiswa KKN UNNES berinisiatif menggandeng kader kesehatan untuk menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Bentuk Kegiatan yang Dilakukan
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa dan kader kesehatan melakukan serangkaian kegiatan, antara lain:
- Pemeriksaan jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air warga.
- Sosialisasi tentang pentingnya menguras, menutup, dan mendaur ulang (3M) barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
- Penyuluhan langsung kepada masyarakat mengenai gejala DBD dan langkah pertolongan pertama.
Dampak dan Harapan
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga Desa Sedayu akan pentingnya pencegahan DBD secara mandiri. Kolaborasi antara mahasiswa dan kader kesehatan juga menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi dan tenaga kesehatan lapangan dalam mengatasi masalah kesehatan berbasis komunitas.
Melalui aksi bebas jentik ini, mahasiswa KKN UNNES turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman DBD. Ke depannya, kegiatan serupa direncanakan berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.


Leave a Reply